Monthly Archives: March 2015

Hoax : Ketularan AIDS dari Makanan Kaleng

Berita yang menyebar a/l via WhatsApp ini menyebarkan ketakutan & fitnah, bahwa makanan kaleng dari Thailand mengandung virus AIDS. Selengkapnya :

Tolong beritahu anak2 , suami, isteri dan semua teman2 Perhatian ; Mulai saat ini jangan makan makanan kaleng ,terutama buah2an , khususnya produksi Thailand. Karena di negara ini  ada kira2 dua ratus orang pengidap aids kerja di pabrik kalengan, dan mereka masukkan darah mereka ke dalam kalengan2 itu , dan saat ini masalah tersebut telah diketahui DepKes Thailand sehingga kaleng2an tersebut telah banyak di sita ttpi lebih banyak yg sdh terlajur diekspor. Contoh ; Lychee , rambutan , lengkeng , mangga puding , dll. Setelah terima bbm ini cepat kirim ke saudar2 n teman2 semua. Agar tidak konsumsi kalengan apapun…… Demi keselamatan kita semua. (Rita Toisuta Arifson Kementrian Kesehatan RI).tq (Simak Beritanya : http://health.liputan6.com/read/678535

Penipuan yang dilakukan oleh pesan ini :

(1) Mengesankan seakan-akan benar, dengan mencantumkan sebuah link berita, yaitu http://health.liputan6.com/read/678535

Padahal ketika kita klik link tersebut, ternyata hanya pernyataan bahwa BPOM akan memeriksa berita ini – bukan membenarkan.

(2) BPOM sudah menyatakan bahwa ini berita bohong, antara lain di artikel ini : http://health.detik.com/read/2014/06/05/164751/2601046/763/beredar-kabar-virus-aids-di-makanan-kalengan-bpom-itu-hoax

Waspada dengan para penghasut yang menipu & meresahkan masyarakat seperti ini.

Like & share :

Awas Provokator, Menghasut & Membuat Masyarakat Menjadi Resah dan Penuh Amarah

Media Sosial di Internet seperti pisau bersisi dua – disatu sisi bisa membawa manfaat, menyambung silaturahmi, dll. Di sisi lain, bisa juga dimanfaatkan untuk menebar fitnah, provokasi, dan hasutan, dengan sangat cepat.

Salah satu contohnya bisa dilihat misalnya di posting ini :

11070021_10205199066349307_433998741010028438_n

Gambar tersebut disertai dengan komentar sbb : “Zamannya ngibul jadi trend dan tokohnya jd idola. Sekali Berbohong, saya akan tuduh orang lain bohong…. Sekali maling saya akan Tuduh orang lain Maling”

Sekilas, nampak seperti berita yang benar.
Sekilas seperti bukti nyata, bahwa Ahok adalah penipu.

Namun jika kita mencoba meneliti, ternyata, posting tersebut menggunakan trik “half-truth”, seperti dibahas di panduan ini.
Ada fakta yang tidak disampaikan, sehingga kita jadi keliru menarik kesimpulan.

Bahasan selengkapnya terlampir.

Mari kita jangan tiru kelakuan seperti ini. Sudah cukup berat beban hidup masyarakat, tidak perlu lagi ditambah susah dengan hasutan & tipuan seperti ini. Ini bukan akhlak yang baik.

Semoga bermanfaat.


Memang betul Foke sudah pernah mengeluarkan 17 buah izin tersebut :

http://properti.kompas.com/read/2014/01/15/1943554/Ahok.Pasti.Terbitkan.Izin.Pembangunan.Reklamasi.Asal.

Namun penjelasan Ahok soal ini dipotong oleh si Wawat Kurniawan ini (trik half-truth / cherry picking, ini gayanya JIL juga) :

http://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20150211091156-92-31236/ahok-izin-reklamasi-agung-podomoro-diterbitkan-foke/

“Saya tidak tahu kalau itu dianggap menyalahi aturan. Karena sifatnya bukan kasih izin baru kan? Itu hanya melanjutkan izin reklamasi 17 pulau yang dikeluarkan Foke,” kata Ahok di Balai Kota, Rabu (11/2).”

Lalu karena ternyata jadi polemik antara Gubernur dengan Menteri, maka Ahok menyerahkan keputusan kepada Presiden :

http://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20150211103842-92-31252/ahok-serahkan-keputusan-izin-reklamasi-ke-jokowi/

Sudah cukup legowo kan? Apalagi masalahnya?

Lucu juga sekarang banyak orang doyan mencari-cari masalah yang tidak ada.
Ketika saya search di Internet, ternyata sudah ramai sekali berbagai tuduhan soal ini, seperti Ahok dituduh disuap oleh Podomoro dst.
Wawat Kurniawan juga menuduh sama juga dengan kalimat “maling” nya di posting tsb.

Buktinya? Nol besar. Padahal kalau memang dia disuap, pasti akan dia pertahankan mati-matian, bukannya malah diserahkan kepada Presiden agar jadi selesai.

Bukan pro Ahok, cuma sudah bosan melihat para provokator seperti Wawat ini.

screencapture-www-facebook-com-pardani-posts-10205398213427729 (2)

Like & share :